/*

diary mata bening



mata bening...kalau mau tahu aku lebih detail...aku ada disini
aku di wikipedia


tentang aku ditempat lain:
avicenia di blogspot
Mata Bening di Multiply
mata bening di Yahoo
mata bening di WordPress
avicenia Friendster
avicenia.blogthing
avicenia di boleh.com
karya foto di fotopic
karya foto di fotopages

Nur Subekti

kalau ini link ke website lain:
antikorupsi
The Gunawan Sumodiningrat Institute
rumah pengetahuan
Komunitas Bulaksumur B21
hminews.com
Majalah Balairung UGM
Indofora
sukuh
Mitra Indo Talenta
titiandamai.org
budi raharjo
budi raharjo
Yayan Sopyan
Maksum
GBT
berita ITB
Kampung Cahaya
Abdul Munir Mulkhan
Dedy N Hidayat
Betty Alisjahbana
Juwono Sudarsono
Noekman Lutfie
Yusuf Asy'ari
Sarwono Kusumaatmaja
Hidayat Nurwahid
Faisal Basri
Yanuar Rizky
Yuswohady
Anieck
Diki
Donny BU
Anton Raharjo
Pesta Blogger 2007
Wahyuana
Nurul Aini
Idaman A
Agung Comic
Mashudi
Robert1
Robert 2
eka kurniawan
Tita
Serambi Rumah Kita
Anggra
Ade Kumalasari
Ade Kumalasari2
Pe'i
retma
Ade Irawan
Dokupath
Alumni Persma UGM
Pravdavero
Sisca
Hendro Wicaksono
Bunga
Early
enda
Jay
Merah Senjakala
Azwar Balikpapan
Irsyad Azizi
winoto
setiaji
Iwan
Bejo
Bejo II
Adnan
Aviva
Bahtiar
Salju di Paris
Zaki
Yayat
Dhani
tukang koran
Contoh undangan nikah
Agnes
Golden Pen07
Coen Husain Pontoh
TasChan
KKN Watch
dusun laman
Danang
Aji
Majalengka
MediaCare
testimoni beasiswa
Girlthink
Indonesian Blog Community
PANDI
Pengaturan domain ID
jadwal kereta di Jawa!
Ilmu Website
IELTS
Peta Jakarta
Manual CDS-ISIS
Open Biblio
Blog Markplus
Komunitas Athenaeum
Arsitektur Media
WebGIS Hasil Pemilu
buku digital
barang langka
Pustaka Bersama
Jarak pagar
Sekolah Indonesia
Kuliah-karyawan
ensiklopedia
TOEFL
Sapu Jagad
Pusat Informasi Lingkungan
KRL Mania
Penulis Lepas
GudangUploads
TurboUpload
Documen di Web
Spreadsheet di web
Calender Google
Arsitektur Indis
Ogixx
Freedom Institute
The Indonesian Institute
IGOS
Offstream
Data Base Buruh
Ranking Universitas
ilmukomputer.com
ICT Center
ICT Watch
Jaring IT Foundation
Wifi Rakyat
harimau Jawa
FKKM
NTFP
Perpustakaan Islam
Layar Tancap
Jawa di Suriname
AgroIndonesia
Himpsi Jaya
Kamus 1
kamus 2
kamus 3
Dirjen Dikti
buku bekas
Jaringan Perpust Lingk Hidup
toko buku rumah tom
Solidaritas kebersamaan
GPS Jakarta
Mizan
Situs Terbaik
Web Terbaik
tokoh indonesia
Filsafat UI
pusat profil
Gerbang Linux
KPLI Jakarta
Aura CMS
endonesia
Mambo Indonesia
WInBi
Komputeraktif
boemi Islam
JurnalMMA IPB
Aga Khan University
Arsip PPI India
kELink
pramuka
Air Disaster
Jakarta School
Peta DNA 1
Peta DNA 2
PIK Kompas
Pusat data deperindag
Provisia Consulting
Jobseeker Course
Tsunami
IHSA
GreenMap Indonesia
Jakarta GreenMonster
Monitor Iklan TV
Brainmatic
Van Hoeve
mambo

Posting berkesan
Halaman muka
Gunung Tikus
Bola di Ujung Gergaji



   

<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31





waktu Jakarta...

posting sambil lari.
...catatan dibawah ini aku kirim langsung dari ponsel ku. Saat-saat aku tidak di depan komputer dan internet.









online

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Wednesday, April 02, 2008
Selamat Jalan Pendekar Lingkungan!

Pagi ini setelah baca Kompas, ada berita Pak Otto Soemarwoto berpulang. Lagi-lagi saya jadi teringat korespondensi email beberapa tahun silam.
Selamat jalan Pak Otto,
Selamat jalan pendekar lingkungan....

------------------------------
At 10:46 PM 4/30/01 -0600, you wrote:
Pak Otto!
saya telah baca buku bapak meski baru setengah! saya usul
Pak Otto bikin situs! tentang buku Bapak, tentang
tulisan-tulisan bapak, tentang rencana strategis dan lain
sebagainya? Giamana Pak Otto? Pasti sangat bagus saya
menunggu Pak Otto

mata bening
Yogyakarta

---------------------
Date: Tue, 01 May 01 21:38PM JVT
From: Otto Soemarwoto <ottosoe@xxxx.net>
To: avicennia <mata.bening@usa.net>
Subject: Re: Selamat mengatur sendiri
--------------------------------------------------------------------------------
Terima kasih atas perhatian dan saran Anda. Saya setuju.
Kendalanya, saya itu orang pensiunan, tak mempunyai
pegawai. Bekerja sendirian. Menulis buku itu juga
sendirian. Cari literatur di perpustakaan, "ngemis" ke sana
ke mari melalui e-mail, surat, fax dan kunjungan pribadi,
menelusuri di Internet; mengetik sendiri, membuat foto
sendiri, dan seterusnya. Jadi kalau ada situs, tentunya
harus saya pelihara dan layani, agar para peminatnya tidak
kecewa. Pertimbangan saya lalu, saya mampu atau tidak.
Karena itu saya masih harus pikir-pikir. Namun demikian
saya berterima kasih atas saran Anda dan tidak saya buang,
melainkan saya pertimbangkan.

Salam,
Otto Soemarwoto

--------------
Otto Soemarwoto, Lebih Banyak Memberi Contoh...


Rabu, 2 April 2008 | 02:56 WIB

Kepergian pakar lingkungan hidup, Prof Dr Otto Soemarwoto, dalam usia 82 tahun, Selasa (1/4), mengejutkan banyak pihak. Selama ini guru besar emeritus Universitas Padjadjaran Bandung ini dikenal sebagai sosok yang bugar dan sehat.

Lever kronis yang dideritanya, ungkap Gatot P Soemarwoto (50), putra tertuanya, merupakan penyakit yang baru teridentifikasi tiga bulan lalu. Meskipun demikian, pihak keluarga mengikhlaskan kepergian ilmuwan kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, itu.

Otto meninggal di Rumah Sakit Santosa Internasional Bandung setelah dirawat 10 hari. Jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Sirnaraga, Bandung, Selasa pukul 11.30.

Otto pergi meninggalkan istri, Ny Idjah Natadipradja (82), serta tiga anak, Gatot P Soemarwoto (50), Rini Susetyawati (47), dan Bambang Irawan (44).

Sejak Selasa pagi rumahnya di Jalan Cimandiri 16 Bandung tidak henti-hentinya dibanjiri pelayat, baik kerabat maupun koleganya, mulai dari kalangan perguruan tinggi, aktivis lingkungan, hingga pejabat pemerintah.

”Hidupnya dipersembahkan untuk lingkungan. Sejak muda hingga sekarang tidak ada yang berubah terhadap semangatnya,” tutur Rektor Universitas Padjadjaran Prof Ganjar Kurnia. ”Tahun 1972, saat isu lingkungan hidup belum sepopuler sekarang, beliau sudah merintisnya,” tutur Ganjar.

Hal yang akhir-akhir ini amat disyukuri Otto adalah makin banyak orang yang senang bersepeda. ”Padahal dulu banyak orang berpikir naik sepeda itu tidak modern,” kata Ny Idjah, istrinya.

Otto juga biasa ke kampus naik sepeda, ketika Bandung belum sepadat sekarang. Ny Idjah mengatakan, sebelum sakit, Otto masih sering jalan kaki ke tempat-tempat di dekat rumahnya.

Otto memang tidak sekadar memberi kuliah soal lingkungan hidup. Lebih dari itu, Otto lebih banyak memberi contoh....

”Pak Otto melakukan tindakan penyelamatan lingkungan mulai dari dirinya sendiri, lantas dicontohkan kepada orang lain,” kata seniman Nyoman Nuarta yang datang melayat.

Guru besar termuda

Di bidang pendidikan, setelah lulus cum laude dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1954, Otto melanjutkan studi pascasarjana ke Universitas Berkeley, AS, tahun 1955. Sekembali dari Amerika Serikat, ia mengajar di Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM.

Tahun 1960 (dalam usia 34 tahun) Otto diangkat menjadi guru besar, menjadikannya profesor paling muda di Indonesia, rekor yang bertahan selama beberapa generasi.

Dalam dunia lingkungan hidup, Otto adalah sosok terpandang. Ketika menganugerahkan penghargaan lingkungan Global 500, Badan Lingkungan PBB (UNEP) menyebut Otto sebagai ”sarjana Indonesia yang karya penelitiannya telah meluaskan pemahaman akan hubungan rumit antara penduduk, sumber daya, lingkungan, dan pembangunan.”

Tahun 1981, Otto mendapat anugerah Bintang Mahaputra Utama. Pada tahun itu juga Otto mendapat Satyalancana Karya Satya kelas satu. Penghargaan lain yang diperolehnya adalah Satyalancana Dwidya Sista (sebagai pengajar di Lemhannas), Sekolah Pimpinan Polisi, dan Sekolah Komando ABRI.

Dari almamaternya, UGM, Otto menerima Anugerah Sultan Hamengku Buwono IX (1994). Adapun dari Universitas Pertanian Wageningen, Belanda, Otto menerima gelar doktor honoris causa untuk ilmu pertanian dan lingkungan.

Selain memberi contoh, nilai lain yang diwariskan Otto adalah ketulusan hati. Setiap peneliti, menurut Otto, harus berani jujur dan tulus hati dalam menegakkan kebenaran.

Oleh sikapnya, Otto sering digambarkan sebagai Bima, tokoh pewayangan yang suka berterus terang. ”Saya bicara apa adanya, tidak suka berbasa-basi,” ujarnya suatu kali.

Ketika satu kali diwawancara tentang pencemaran udara, Otto mengatakan, satu saat polisi harus memakai masker. Kini, ramalannya terbukti, meski dulu pernah ditertawakan.... (JON/YNT/NIN)


Posted at 12:16 pm by avicenia
Comments (3)  

Thursday, June 07, 2007
Waterway, Silahkan dicacimaki...

Jakarta punya alat transportasi baru, namanya waterway. Kemarin, 6 Juni 2007 Gubernur Sutiyoso meresmikannya.  "Silahkan mencaci maki, Nanti pasti akan tertawa-tawa sendiri", ujar Sutiyoso dalam sambutannya. Ia teringat dengan busway yang sempat dicaci maki banyak orang

Posted at 11:47 am by avicenia
Comments (3)  

Next Page